-Hanya-

“Ini sulit, kan?” Sarah mengangguk lemas. Menatap manik indah laki-laki di hadapannya. Lantas menunduk, menatapi selembar kertas yang sejak awal berada dalam genggamannya. Untuk ke sekian kalinya ia harus patah hati lantaran apa yang sudah ia siapkan berbulan-bulan kembali mendapat penolakan. Perahu mimpinya kembali karam. “Jangan menyerah. Meski harus ditolak seratus kali, jangan pernah menyerah.… Lanjutkan membaca -Hanya-